Tampilkan postingan dengan label kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliah. Tampilkan semua postingan

22 September 2008

Lowongan Pekerjaan Anak Matematika

0 komentar
Kamu lulusan matematika? Susah cari kerja? Coba saja situs ini, MathJobs.org, situs yang disponsori oleh American Mathematical Society.

Mathjobs.org is an automated job application system, sponsored by the American Mathematical Society. We serve all job applicants with advanced degrees in Mathematics, and employers (academic or industrial) searching for mathematicians. The system is free for applicants. Applicant data is confidential, unless the applicant makes it public to enrolled employers by selecting the "Free agent" choice on the coversheet. After registration and data entry, applicants can apply for jobs, keep track of applications, print out paper coversheets, and invite their reference writers to submit letters into the system. Employers can conduct their recruiting entirely online, without setting up and maintaining their own servers and databases. The only requirement for employers is they have web access.


Semoga membantu...

13 Desember 2007

Matematika UPI Punya Hajatan

0 komentar
Sabtu kemarin jurusan Pendidkan matematika UPI mengadakan seminar nasional Matematika, dengan tema "Permasalahan Matematika dan Pendidikan Matematika Terkini". tempatnya diadakan di Auditorium FPMIPA UPI. Pesertanya? Banyak sekali. Hampir 700 orang. Padahal kapasitas Auditorium hanya 300 orang. Akhirnya panitia sangat sibuk sekali.
Foto diambil dari flickr milik pak Yudi.

Cerita selanjutnya tentang seminar, nanti menyusul, nunggu komputer sayah sembuh.. T_T

10 Desember 2007

Dufan Im koming

0 komentar
Kuliah empat tahun itu capek, melelahkan. Apalagi dengan kenyataan bahwa diri si urang masih nggak lulus-lulus juga. Padahal yang lain sudah pada lulus, dan sekarang sudah resmi menjadi pengangguran. (Aneh, padahal baru kuliah empat tahun, kok sudah dianggap sudah lama? hahaha)

Karena itu ketika ada yang mengusulkan untuk main ke Dufan, hampir semua yang ikut buka bersama setuju. Kebetulan Irma, teman saya, punya link di perusahaan travel (atau kerja di sna? sepertinya ia). Hanya saja, ke dufan itu nggak murah, tidak seperti ke taman firdaus atau Dago pakar. Apalagi mahasiswa miskin seperti saya, yang sangat mengandalkan belas kasihan orangtua.

Dari hasil rapat, disepakati pergi ke dufan setelah lebaran. Alasannya, berharap lebaran ada yang ngasih amplop hehe. Tepatnya, tanggal 7 November kami berangkat.

Namun beberapa hari menjelang hari H belum ada kepastian jadi atau tidaknya berangkat ke Dufan. Apalagi yang sudah membayar belum juga memenuhi target, yaitu minimal 25 orang. Bahkan beberapa orang sudah menyatakan mengundurkan diri, dengan alasan belum ada uang.

Akhirnya pada H-1 sudah ada kepastian bahwa ke Dufan tidak jadi dibatalkan, artinya walaupun yang ikut tidak memenuhi kuorum (halah kayak sidang aja), kami tetap bisa berangkat, karena Irma mengajak keluarganya untuk menutupi kekurangan peserta itu.

Kami berangkat sekitar jam tujuh pagi dari depan gedung FPMIPA, menggunakan bus yang kecil. Yang berangkat kebanyakan perempuan. Laki-laki hanya empat orang saja. Awalnya sedih dan kecewa, karena tidak semua orang ikut. Bahkan yang berangkat kurang dari 25 orang. Padahal anak kelas C ada 30an orang.

Kami sampai di Dufan sekitar jam 11 siang. Kebetulan Dufan baru buka. Sebelum masuk, kami sempat foto-foto bareng di depan gerbang masuk. Seelah itu suami Irma membagikan karcis pada kami.


Wahana pertama yang saya coba adalah kicir-kicir. Awalnya saya nggak tahu seperti apa kicir-kicir itu, dan seberapa seram. Tapi karena beberapa teman langsung masuk antrian, saya iutan juga. Selagi antri, ternyata kicir-kicir lumayan seram juga. Tapi ah kagok, sudah masuk antrian. Sia-sia kalau mesti keluar lagi. Tapi ada temen saya ada yang nggak jadi naik. Dia kleuar dari antrian.

Dan ternyata benar, kicir-kicir seram juga. Tubuh saya diputar-putar, tak hanya ke kiri-kanan, juga ke atas-bawah. Tapi asyik juga.

Setelah itu kami naik tornado, wahana yang sering diiklankan di TV. Teman saya mengingatkan saya, katanya hati-hati kalau naik tornado, karena waktu libur lebaran banyak yang mengalami kecelakaan. Saya sempat was-was juga, karena kelihatannya wahana tornado sangat menyeramkan. Tapi waktu ngantri, perasaan itu hilang. Hanya penasaran. Bahkan peringatan teman saya lewat sms itu saya lupa.

Waktu naik tornado, perasaan cemas mulai datang lagi. Apalagi sabuk pengaman seperti yang agak longgar. Tapi saya pasrah. Dan benar, waktu berada di atas, waktu posisi badan terbalik, tubuh seperti mau jatuh, karena sabuk yang longgar itu. Apalag waktu tubuh diputar-putar di atas tanah jakarta. HUhh seram juga. Hanya saja tubuh hanya diputar ke atas-bawah saja, nggak ke kiri-kanan. Jadi nggak terlalu memusingkan.

Total selama di Dufan kami naik sekitar 10 wahana. Lumayan banyak juga. Cuma ada beberapa wahana yang tidak sempat kami naiki, karena ternyata jam 6 sore Dufan sudah tutup. Bahkan sepi banget. Padahal kalaulah dibuka sampai jam delapan malam, sepertinya mengasyikan.


Kami pulang sekitar jam setengah delapan dari Dufan. Seharusnya jam setengah sepuluhan kami sudah sampai ke Bandung. Tapi ternyata jalan-jalan di Jakarta macetnya parah banget. Akhirnya kami tiba di gerbang UPI jam 12 malam. Perjalanan pulang yang melelahkan, tapi asyik. Nggak sia-sia ternyata keluar uang banyak. Karena toh, kapan lagi kami bisa main bareng-bareng? priceless!! hehe..

15 November 2007

Selamat Jalan, Teman

3 komentar
Bandung, 29 oktober 2007. Sore itu Bandung diguyur hujan sangat lebat, dan lama. Sebagian jalan tergenang air cileuncang yang tak tertampung solokan yang memang kecil dan mampet oleh sampah.
Juga sungai-sungai, yang meluap sampai batas jalan. Bandung kebanjiran lagi. Padahal hujan belum terlalu lama turun di Bandung.
Tapi hujan sore itu memang terasa sangat besar. Saya sampai harus cari jalan yang benar-benar tidak tergenang. Tapi tetap saja saya sempat disergap cileuncang. Yang pertama di daerah stasiun. Di sana sebagian jalan sudah tergenang. Untung motor saya masih mampu menembus genangan itu tanpa banyak masalah. Yang kedua di perempatan jalan Astanaanyar dan Ciateul (saya lupa lagi nama jalannya). Air di tengah jalan sangat deras. Biasanya di perempatan itu saya belok ke jalan otista, menuju Tegallega. Tapi sore itu tidak, karena saya mau ke Leuwi Panjang, mau jemput teteh yang baru pulang dari Bogor.
Ternyata saya salah pilih jalan. saya pilih lewat Jalan kopo untuk sampai ke Leuwi Panjang. Pperempatan jalan Peta ternyata tergenang cukup dalam. Penduduk di sekitar sana menyuruh saya balik lagi. Katanya jalan itu sudah nggak bisa lagi dilalui kendaraan, apalagi motor. Bisa-bisa motor saya bisa mogok kalau keukeuh mau lewat sana. Akhirnya saya lewat jalan kecil, jalan Nyengseret, yang tembus ke Tegallega. Tapi sama saja, karena jalan Astanaanyar juga ternyata digenangi cileuncang, walau tak sedalam di perempatan kopo-Peta.
Akhirnya saya bisa sampai juga ke Leuwi Panjang. Di sini sama saja. Karena perempatan Jalan Soekarno Hatta juga terendam banjir cukup dalam. Sampai-sampai saya harus dorong motor saya karena takut motor saya mogok di sana. Untung saja hanya bagian pinggir saja yang tergenang cukup dalam, di bagian tengah ternyata nggak terlalu dalam. Akhirnya saya dan teteh bisa pulang, walau jalannya harus lewat Buahbatu, karena jalan Palasari-Dayeuh kolot sudah pasti tenggelam.
****
Malam itu dia hendak pulang. Dia baru memberikan les bagi muridnya di daerah Kopo. Walaupun hujan turun deras, dia tetap ingin pulang. Di jalan Kopo ia hendak naik angkot bersama calon suaminya. Tapi ini hujan sangat deras, sehingga air solokan meluber sampai ke badan jalan. Akibatnya tak ada angkot yang lewat ke sana. Karena ingin segera sampai rumah, ia jalan di atas trotoar yang banyak lubangnya bersama pacarnya, sambil berharap ada angkot yang lewat. Pada siang hari, gorong-gorong di daerah sana sedang diperbaiki, namun belum selesai, akibatnya, beberapa trotoar masih berlubang.
Karena kurang hati-hati, perempuan itu terpeleset dan jatuh ke lubang gorong-gorong. Lama ia terjebak di gorong-gorong itu. Pacarnya dan beberapa warga di sekitar berusaha mengeluarkan perempuan itu dari gorong-gorong yang airnya sangat deras. Namun beton penutup gorong-gorong itu sangat sulit di buka. “Nggak ada peralatan yang memadai,” kata saudaranya. Akhirnya dengan susah payah tubuh perempuan itu berhasil juga diangkat. Tapi ia pingsan dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Maka dengan menumpang sepeda motor yang kebetulan lewat, segera saja perempuan itu dibawa ke rumah sakit Immanuel, yang letaknya tak jauh dari sana.
Namun, Tuhan berkehendak lain. Malam itu, di rumah sakit, dia menghembuskan nafas terakhir. “Air yang masuk ke tubuhnya terlalu banyak, dan kotor,” kata saudaranya. Jalanan yang macet dan banjir juga dituding menjadi salah satu biang penyebab nyawanya tak tertolong.
Kalau saja jalanan tidak macet dan banjir...
Kalau saja ia tak terlambat masuk rumah sakit....
Kalau saja ia tak terpeleset di trotoar..
Kalau saja trotoar itu sudah selesai diperbaiki sebelum hujan turun...
Kalau saja...
...

****
Selasa, 30 Oktober. Hari itu saya nggak pergi ke kampus. Pusing. Juga pegel. Maklum, malam kemarin saya momotorankeliling Bandung, mencari jalan yang tak tergenang cukup dalam agar bisa pulang.
Jam 10 pagi. Tadinya mau ngerjain TA, tapi saya masih ngantuk, jadi tidur lagi. Tiba-tiba gilang nelpon.
“Han, di mana?” Gilang seperti sedang marah. Atau gurung gusuh.
“kamar, sare. Pusing,”
“Apal teu Eli?”
“Apal, aya naon?”
“Eli ngantunkeun!”
“Innalillahi...nu bener?”
Saya nggak percaya. Suer, saya nggak percaya. Baru minggu kemarin saya ketemu Eli. Saya bangun. Karena nggak percaya, saya nelpon Dian, yang saya tahu teman dekat Eli.
“Yan, bener eli ngantunkeun?””Bener...”
Saya lemes.. bener-bener lemes...
“Nu bener ah..?” Saya masih nggak percaya, karena dian suka ngejailin saya.
“Bener. Saya lagi di rumahnya. Saya lihat mayatnya..”
Kali ini saya benar-benar bangun. Dan dengan terpaksa, percaya.
Innalillahi wa innailaihi roji’un.
...
***
Dari tingkat satu saya kenal sama eli, karena waktu itu saya sekelas sama dia, kelas AC2. Dia teman ngobrol saya, juga teman heureuy. Kalau sedang nunggu praktek biologi atau fisika atau kimia, biasanya kami suka ngobrol, biasanya bareng Aji juga. Selama dua semester kami sekelas, selama tingkat satu. Semester selanjutnya saya jarang sekelas lagi sama dia. Paling di beberapa matakuliah.
Tapi bukan berarti kami jadi nggak akrab. Ia salah satu teman terbaik saya, yang masih suka bersay hello kalau bertemu. Juga kadang suka smsan. Atau kalau lagi jail, saya suka miscall dia. Ia memang supel, gampang gaul, dan nggak gampang lupa, atau pura-pura lupa sama temannya.
Kadang kami juga suka satu bis kalau pulang. Terutama waktu saya masih belum pake motor ke kampus. Biasanya ia suka turun di daerah jalan sudirman atau ciateul, sementara saya biasanya turun di tegallega.
Kalau dipikir, saya merasa dosa sama eli, karena pernah ngejailin eli sampai hampir sebulan lamanya. Waktu itu saya beli kartu 3, karena ingin smsan gratis. Eli adalah orang yang pertama pake kartu 3 di anak-anak matematika 2003. waktu itu saya mengaku-ngaku sebagai otix sama eli. Dan eli percaya aja ke saya. Beberapa minggu saya mengaku menjadi otix, dan eli nggak sadar yang ia sms bukan otix, tapi saya. Bahkan, beberapa bulan terakhir, walaupun dia sudah tahu nomor 3 itu punya saya, dia masih suka panggil saya otix. Jadi malu...dosa...
Maafkan saya, teman.
Selamat jalan.
Innalillahi wa innailaihi roji’un.

Awal Musim Hujan, 2 Tewas
Seorang Mahasiswa UPI Tewas Terseret Banjir

wisuda euy!

0 komentar
Tanggal 24 Oktober kemarin sebagian teman-teman saya sudah diwisuda. Dari kelas C ada 15 orang yang lulus tepat 4 tahun. Hampir setengahnya. Hebat. Total, mahasiswa jurusan matematika yang lulus tahun ini ada 75 orang. Lumayan banyak juga. Sementara total mahasiswa UPI yang diwisuda sekitar 2000 orang. Termasuk yang S2 dan S3. wah jumlah pengangguran meningkat nih hehe...
Yang buat saya bangga, beberapa teman saya lulus dengan predikat cum laude, dengan IPK di atas 3,8. IPK lulusan UPI kemarin paling tinggi 3,89, sementara Isnie, teman saya, 3,84. Untuk ukuran lulusan dari eksak, apalagi dari matematika, saya pikir ini termasuk yang sangat tinggi. Jarang ada orang yang IPK-nya bisa sampai setinggi itu. Juga ada Imam, yang waktu wisuda hari pertama kemarin dipercaya membacakan sambutan dari perwakilan lulusan. IPK-nya kalau tidak salah 3,79. Hebat. Yang lainnya juga pada hebat, karena hampir semua lulusan matematika (yang saya kenal) IPK-nya di atas tiga. Memang ada yang kurang dari 3, tapi hanya beberapa.
Memang, IPK tidak menjamin kesuksesan seseorang, karena ada banyak kecerdasan lain selain kecerdasan akademik. Katanya. Tapi yang pasti, mereka telah menunjukkan prestasi yang luar biasa dalam bidang akademik.
Selamat diwisuda, teman. Selamat menempuh kehidupan baru, sebagai seorang sarjana. Selamat berjuang di dunia nyata.

Kapan giliran saya?

15 Oktober 2007

Kelas C Bubar!

0 komentar
Akhirnya jadi juga anak-anak C buat acara buka bersama. Tadinya sempet khawatir nggak jadi, karena banyak yang sudah sibuk. Maklum sebagian geus lalulus. Tapi setelah rapat di kafe Jica, diputuskan bubar akan diadain di rumahnya ceu Dila, di daerah Soekarno Hatta. Waktunya: kamis, 27 september 2007. kenapa hari itu? karena banyak yang ga bisa datang kalo acaranya bukan hari itu. Ya harapannya semuanya bisa datang kalau hari kamis.
Pas hari-H ternyata ngga semua datang. Yang datang Cuma sekitar 20 orang aja, dari total 30 orang anak kelas c. Yah lumayanlah segitu juga sudah untung.
Beda dengan acara tahun kemarin, acara tahun ini diisi dengan curhat-curhatan. Semua yang datang dipaksa untuk bicara mengenai dirinya dan lingkungannya (haha....). dan semuanya direkam dalam bentuk video dan mp3. ya hitung-hitung sebagai kenangan ketika kuliah hehe... Juga ada acara tuker-tukeran kado, walau ngga semua yang datang bawa kado.

Semoga saja acara ini bukan untuk yang terakhir kalinya. Mudah-mudahan masih ada kesempatan bagi kami untuk bisa kumpul bareng. Entah itu kapan.

09 Agustus 2007

Kalo bisa dipersulit, kenapa dipermudah?

0 komentar

ini tulisan saya di sini. sengaja ditulis lagi disini..curhat caritanamah

================================

Ingat slogan itu? Sependek pengetahuan saya, itu merupakan salah satu slogan iklan rokok yang slogannya suka aneh-aneh dan saya suka sama slogan-slogan mereka, walau saya nggak suka produknya. Memang Indonesia ini aneh, ketika ada yang bisa mempermudah, kenapa masih pake yang sulit. Dan sialnya hal ini saya alami sekarang. Juga temen sekelas yang lain. dan mungkin juga untuk lima tahun ke depan..hixhixhix

Ceritanya beberapa teman saya mau sidang akhir bulan ini. Kalau nggak salah tanggal 29 Agustus. agar bisa sidang, selain Tugas akhirnya sudah beres, mereka harus melengkapi syarat administrasi, kayak foto, fotokopi KTM dan transkrip nilai yang harus ditandatangani oelh dose pembimbing dan Ketua Jurusan. Nah teman saya itu, (sebenernya saya juga sih) dalam KHS yang biasa dikeluarkan BAAK tiap semesternya itu ada yang bernilai BL (Belum lengkap) atau masih kosong. Salahsatunya matakuliah Agama dan Fisika dasar. memang untuk kedua matakuliah itu semua teman sekelas saya sempat di-BL-kan sama dosennya. sampai sekarang saya nggak tahu kenapa sampai semuanya di BL kan.

Waktu semester satu saya nggak terlalu peduli dengan yang namanya BL atau kosong di KHS semesteran, toh di BAAK sudah ada nilainya, pikir saya waktu itu. Jadi, saya dan teman-teman nggak ada yang mempersoalkan formulir FNU-B yang entah di manaberada. Kan yang penting nilai sudah ada di BAAK? betul?

Tapi ternyata di situlah letak masalahnya. Waktu itu teman saya mau minta tanda tangan dosen PA untuk transkrip nilai. Dia sudah mempersiapkan semuanya, mulai dari KHS semester 1 sampai 8, sampai KHS yang dari BAAK yang memuat semua nilai selama kuliah. KHS yang besar ini memuat nilai yang sudah diperbaiki lewat FNUB. Waktu ketemu dosen PA, beliau menanyakan formulir FNU-B untuk nilai Agama dan Fisika Dasar. Di KHS yang kecil (yang dikeluarkan persemester itu) nilai Agama memang masih BL (atau kosong, saya lupa lagi), sementara di KHS yang besar nilainya sudah ada. Tentu saja temen saya bingung, lha yang ngurus FNU-B nya kan bukan dia, tapi dosen Agamaanya sendiri? lagian, waktu itu yang salah buka dari mahasiswa, tapi dosen yang telat ngasih nilai ke jurusan atau BAAK.

Untung untuk masalah kedua matakuliah itu katanya sudah ada jalan keluar. Katanya. Tapi bukan berarti masalah beres. Ternyata nilai KKN pun dipermasalahkan. Di KHS yag kecil, nilai KKN belum ada, sementara di yang besar sudah ada nilainya. Untuk KKN memang wajar, karena KHS yang kecil kan biasanya diprint sama BAAK akhir Juli, sementara KKN biasanya beres pertengahan Agustus, dan nilainya biasanya masuk akhir Agustus. Jadi nggak mungkin kan ada nilai KKn di KHS yang kecil?

Waktu temen saya ngurus nilai KKN ke LPM, malah petugas di sana yang kebingungan, karena nilai KKN yang telat itu memang wajar dan setiap tahun juga begitu. Tapi tetep, dosen saya bersikeras, agar ada keterangan dari dosen yang bersangkutan mengenai perubahan nilai itu. Yang saya bingung, dan mungkin ini aneh, kenapa KHS yang besar, yang notabene dikeluarkan BAAK juga dan nilainya sudah lengkap, nggak diakui sama beliau? Apa takut mahasiswanya melakukan kecurangan? hahaha

Yah, pokoknya siap-siap saja buat saya untuk susah, nanti kalau mau lulus, karena banyak nilai saya di KHS yang kecil yang kosong atau BL. Halah.... kalo bisa dipermudah, kenapa dipersulit? TANYA KE[MANA]? eh kenapa?

cacatan: buat bapak/ibu dosen, maap, inimah maap, kalo bisamah jangan ngasih nilai BL ke mahasiswanya, nantinya suka sulit ke depannyah..maap..maap

27 Juni 2007

Double Hattrick

3 komentar
Apabila Reduane Barkawi --salah satu penyerang Persib-- mencetak gol ke gawang lawan 3 kali dalam satu pertandingan, disebutnya ia mencetak hattrick. Jadi kalau dia mencetak gol sebanyak 6 kali, bisa dibilang ia mencetak double hattrick.
Lalu apa yang terjadi kalau ada dosen yang nggak masuk selama 6 kali berturut-turut? Apakah pantas ia disebut dosen yang double hattrick? Hahahaha...
Tapi itulah realitasnya, dimana sang dosen nggak pernah masuk kelas selama 6 kali berturut-turut. Dan anehnya, sikap beliau biasa saja, seperti yang tanpa dosa. Dan, yang lebih aneh, hampir semua orang (dosen dan mahasiswa) sudah pada tahu akan kebiasaan "bagusnya" ini. Tapi nggak ada yang "ngageunggeureuhkeun". OH GOD!
Sebenarnya kecewa juga beliau nggak datang, karena sudah capek-capek pergi dari rumah untuk kuliah, eh beliau nggak datang. Tapi kadang-kadang enak juga, karena bisa bolos haha...
Tapi kan tidak bisa begitu. Dia sudah digaji sama pemerintah, dan konsekuensinya beliau harus datang kalau ada jadwal ngajar.
Seharusnya dosen kayak gini mah jangan dikasih jam ngajar lagi! Harusnya didemo, atau jangan sampai matakuliah yang diajarin sama beliau dikontrak haha,...
(masalahnya kalau dosen yang ngajarnya cuma dia? Nya nasib weh etamah hahaha)

24 Januari 2007

sore itu...

3 komentar
Sore itu, waktu bimbingan akademik...
"Semester
ini kalian mau ngontrak berapa sks? saran bapak jangan lebih dari 21. Dulu, bapak lebih bangga lulus lima atau lima setengah tahun. jadi ngga terlalu terburu-buru waktu ngerjain penelitian.
"Setelah lulus, kalian harus coba kuliah lagi. Kalau hanya sampai di sini, nilai jual kalian itu kurang. coba lihat itb, mereka di sana toefl 500 itu biasa. kalau di sini itu sudah wah. cobalah belajar bahsa inggris.
"Kalian itu harus punya visi, sekolah itu jangan sampai di sini. Coba cari beasiswa. jangan yang di dalam negeri, coba yang di luar negeri.
"Coba cari beasiswa ke australia atau india. Jangan salah, kualitas pendidikan india itu sangat bagus dan bersaing. Kalian lihat, banyak orang india yang bekerja di Microsoft. Ya.. sugan kalian selain kuliah, bisa jadi artis figuran..
"Atau kalau mau ke Australia, jangan jauh-jauh. Disana, kalau kalian bisa hemat, dari uang beasiswa bisa di tabung, dan cukup untuk beli sesuatu, misalnya kendaraan. Apalagi kalau di sana kalian kerja sambilan, tabungan kalian akan bertambah,"

20 Desember 2006

s.i.A.l

3 komentar
daftar sial seminggu ini.
senin,18-12-2006 06.45: ban motor bocor, harus ganti baru
senin,18-12-2006 09.50: ikut ujian Sistem Operasi, walo telat 3 JAM
selasa, 19-12-2006 17.40: terjebak macet di jalan palasari dayeuh kolot, kehujanan dan ga pake jas hujan, sepatu basah kahujanan oge, ke rumah udah jam tujuh malam [2 jam naek motor ka rumah!]
rabu, 20-12-2006 13.00: ga kebagean komputer di lab komputer, belajar ngolah data ga ngerti ngerti..[aneh anak statistik mah kalahkah ngarti!]
rabu, 20-12-2006 16.00: mau wawancara ketua HI, ga bisa, diundur kamis besok [hanas meakeun pulsa..]
rabu, 20-12-2006 22.40: komputer di warnet nge hang, jadi kudu pindah, padahal udah ngisi blog tentang kesialan ini...hixhixhix
rabu, 20-12-2006 22.50: pas pindah komputer, ga bisa masukin usb.

dan besok, kamis, presentasi riset operasi, yang saya ga ngerti sama sekali, mangkaning dosenna "galak"...

ke lah caritana di caritakeun kana caritaan....
regards
hahn