27 Juni 2007

Double Hattrick

3 komentar
Apabila Reduane Barkawi --salah satu penyerang Persib-- mencetak gol ke gawang lawan 3 kali dalam satu pertandingan, disebutnya ia mencetak hattrick. Jadi kalau dia mencetak gol sebanyak 6 kali, bisa dibilang ia mencetak double hattrick.
Lalu apa yang terjadi kalau ada dosen yang nggak masuk selama 6 kali berturut-turut? Apakah pantas ia disebut dosen yang double hattrick? Hahahaha...
Tapi itulah realitasnya, dimana sang dosen nggak pernah masuk kelas selama 6 kali berturut-turut. Dan anehnya, sikap beliau biasa saja, seperti yang tanpa dosa. Dan, yang lebih aneh, hampir semua orang (dosen dan mahasiswa) sudah pada tahu akan kebiasaan "bagusnya" ini. Tapi nggak ada yang "ngageunggeureuhkeun". OH GOD!
Sebenarnya kecewa juga beliau nggak datang, karena sudah capek-capek pergi dari rumah untuk kuliah, eh beliau nggak datang. Tapi kadang-kadang enak juga, karena bisa bolos haha...
Tapi kan tidak bisa begitu. Dia sudah digaji sama pemerintah, dan konsekuensinya beliau harus datang kalau ada jadwal ngajar.
Seharusnya dosen kayak gini mah jangan dikasih jam ngajar lagi! Harusnya didemo, atau jangan sampai matakuliah yang diajarin sama beliau dikontrak haha,...
(masalahnya kalau dosen yang ngajarnya cuma dia? Nya nasib weh etamah hahaha)

ganti template

2 komentar
Setelah sekian lama template blog nggak di update, akhirnya saya update lagi. Tapi untuk sementara pakai yang default blogspot aja. Mudah-mudahan saya mau ngulik lagi templet blogspot.
Tapi sabar, karena sampai saat ini monitor komputer saya masih mati (4 bulan brow monitor saya mati!)
hiks,...


yuk ah.

26 Juni 2007

ISI LAGI

2 komentar
setelah lama pindah haluan ke blog di UPI, akhirnya saya nulis lagi di sini.
Sekarangmah cukup sekian saja.
Terimakasih.

24 April 2007

pindah

0 komentar
Sekarangmah tulisan yang disini saya pindahin ke sini.

kieu yeuh ari euweuh gawe teh...

21 Februari 2007

iya kitu?

2 komentar
tanggal 21 Februari katanya adalah hari bahasa ibu sedunia. katanya itu juga. entahlah apakah itu benar atau engga.
Katanya juga bahasa sunda adalah bahasa yang terancam punah, alisa menghilang dari peredaran bumi tercinta. Iya kitu? entahlah, saya juga ngga tahu.
yang pasti gejala-gejala itu sudah terlihat. coba aja berapa persenkah orang bandung yang sehari-harinya pake basa sunda? atau coba perhatikan anak-anak kecil yang baru duduk di bangku sd atawa tk. Pasti kebanyakan mereka ngga pake bahasa sunda lagi. Makanya jangan heran kalo mereka jadinya make bahasa yang campur aduk, ngomong sunda teu bener, ngomong indonesia balelol. [kumaha weh urang hahahaha]
Terus siapa yang salah? gatau
terus gimana dong agar basa sunda teu paeh? gatau
terus? gatau!

ah manehmah kaluman, han!